MINIMNYA PEMAIN KOTA METRO, BELUM BANYAK PIHAK YANG MAU DIAJAK KERJA SAMA

Photo By: Admin

Kota Metro, Futsal Kota Metro tengah fokus mempersiapkan tim yang akan berlaga di PRO Futsal League 2019 Grup-A yang tergbung dengan tim-tim kuat Indonesia, seperti Bintang Timur Surabaya, IPC Pelindo II Jakarta, Black Steel Manokwari, Permata Indah, Kancil BBK, Halus FC dan Bifor Papua.

Baca Lainya: DI KLAIM LOLOS BERUNTUNG DENGAN MODAL PAS PASAN, INI JAWABAN MANAJEMEN FUTSAL KOTA METRO

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah melakukan perekrutan beberapa pemain untuk menutup sektor-sektor yang menurut pelatih harus lebih diperkuat, melalui seleksi yang dilakukan di Giga Futsal Arena.

Terkait pemain yang saat ini di miliki khususnya pemain local Kota Metro  FKM memiliki 7 pemain lokal saat berlaga di Regional Sumatera hanya saja ketika memasuki babak 8 besar nasional Manajemen melakukan penggantian sebanyak 3 pemain untuk memperkuat lini per lini.

Manajer Futsal Kota Metro, Tommy Datam.

Terkait kurang banyaknya pemain asli Kota Metro di squad FKM, berdasarkan data yang meloloskan ke PFL 2019 ini ada 4 nama yang asli pemain Metro, sebut saja Ichsan, Adi, Roki dan juga Gio”. Ungkap Tommy Datam Manajer Futsal Kota Metro saat dimintai keterangan.

Sebelum babak 8 besar kita punya 7 pemain yang asli Metro, berhubung kita masuk ke babak Nasional kita melakukan 3 pergantian pemain yang akhirnya mengurangi slot pemain asli Metro tadi.”, lanjut Tommy saat ditemui disela-sela latihan FKM di Lapangan Giga FutsaL Arena (22/11).

Tetapi yang jadi catatan saat babak regional Lampung tim FKM benar mewakili zona Metro, saat babak nasional tentu saja FKM membawa nama Lampung.”, Terang Manajer muda tersebut.

Saat melaju kebabak 8 besar Nasional memang seluruh tim yang terlibat di bebeaskan untuk mengganti 3 pemain baru yang juga terlibat di Linus masing-masing Regional, hal tersebut dimanfaatkan tim pelatih dan manajemen untuk menambah kualitas tim agar lebih bisa bersaing di Level Nasional, terbukti pergantian ini sukses dengan capaian FKM yang mampu menembus target 4 besar dan berhak lolos otomatis ke Liga Pro.

Sebenarnya bukan kita tidak mau memunculkan lebih banyak pemain asli Kota Metro atau pemain Kota Metro yang belum bisa bersaing, tetapi masalah yang kami hadapi belum banyaknya pihak yang mau di ajak kerja sama untuk benar-benar serius untuk membangun futsal Kota Metro.”, beliau kembali menerangkan.

Contoh kasus nyata setiap seleksi baik itu dari giga futsal ataupun FKM keterlibatan pemain yang berasal dari asli Metro masih sangat kurang, padahal setiap klub kita sampaikan undangan dan selalu kita sebarkan info seleksi lewat famlet dan memo grup sosmed.”, lanjutnya.

Kita juga mempunyai akademi futsal usia u-12 dan u-22, yang tentu juga bertujuan untuk menggali dan memunculkan bakat-bakat futsal Lampung dan khususnya talenta dari Kota Metro sendiri.”, jelasnya sembari mengakhiri pembicaraan.

Futsal Kota Metro diperkirakan hanya akan mengganti sekitar 10 sampai 20% dari keseluruhan pemainya, dan Head Coach FKM berambisi untuk menambah pemain-pemain muda untuk bertarung di Grup-A PFL 2019.

Kita scouting untuk tambahan pemain untuk menambal beberapa kekurangan di tim kita. Bagi kami bergabung di group A atau B sama saja tetap kami anggap grup neraka, karena 90% pemain FKM yg nantinya ikut di PFL 2019 adalah pemain yg sebelumnya masih berlabel amatir dalam artian baru pertama kali main di Liga PRO.”, ungkap Head Coach Futsal Kota Metro, Reza Mahesa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *